Pembunuhan Demi Kehormatan

8 May 2017

Honor Killing, foto.BBC

Sudah seminggu ini saya lagi suka banget sama Drama China yang tayang di Nusantara TV (Digital). Judulnya The Lady In Cubicle (2014), drama romantis yang bercerita tentang lika liku persaingan di lingkungan kantor. Menarik karena banyak pesan-pesan bagaimana menghadapi orang-orang yang oppurtunis dengan pekerjaan, yang manis di muka tapi julid di belakang, ini bahasanya ter-lambe turah banget ya. Hehe.

Tayangnya setiap hari jam 8 malam. Jadi sebelum tayang biasanya saya akan standby di channel Nusantara TV (NTV) sambil istirahat dan makan malam. Di jam-jam ini NTV selalu menayangkan topik seru seputar isu kekeraan terhadap perempuan di dunia. Yang menarik dan menggelitik, beberapa hari lalu, bahasannya tentang honor killing atau pembunuhan demi kehormatan yang terjadi di Pakistan.

Awalnya saya nggak terlalu menyimak dan tertarik, sewaktu ada pemberitaan seorang ayah yang menembak mati anak perempuannya tahun 2007 silam. Ah ini berita lama nih, gila nih pasti ayahnya, gumam saya. Atau itu hanya ketidak sengajaan seorang ayah yang berdebat dan nggak tahan dengan kelakuan anaknya. Tapi ternyata adat membunuh anggota keluarga yang dianggap penyebab aib, mencoreng nama baik keluarga ini masih ada dan terjadi sampai sekarang.

Dari membaca artikel, terakhir isu ini masih ramai saat ada selebritas yang dibunuh oleh keluarganya pertengahan tahun lalu. Diberita, seleb ini dianggap aib karena terlalu vulgar dan mengumbar aurat melalui foto-foto yang diunggah di sosial media. Akhirnya menyebabkan mereka cekcok dan terjadilah pembunuhan itu. Membunuh demi kehormatan keluarga.

Nggak cuma itu, nyatanya banyak juga berita-berita lainnya soal honor killing ini. Seperti anak dibakar oleh ibunya karena kawin lari, atau kisah Ambreen yang disuntik paksa dengan obat penenang, dicekik lalu dibakar hidup-hidup karena menjadi mak comblang temannya untuk pacaran, ada juga karena menolak lamaran seorang pria. Perbuatan korban ini dianggap mempermalukan keluarga, sehingga oleh hukum adat yang ada di sana, mereka itu harus dibunuh.

Kalau dilihat dari sisi kemanuasian (HAM), jelas ini kejam banget ya, membunuh seseorang dengan cara keji. Padahal itu semua bisa dibicarakan baik-baik buat cari solusinya. Nggak main bunuh-bunuh gitu aja. Bukankah setelah membunuh malah nama keluarga tambah tercoreng?

Membunuh untuk kehormatan, tapi kehormatan seperti apa yang diharapkan dari mengikuti adat bar-bar seperti itu? Duh, semoga di Indonesia nggak ada yang seperti ini ya. Walaupun ya kasus-kasus pembunuhannya sendiri sudah banyak berseliweran di portal berita. Setiap hari kita pasti mendengar dan membaca kasus pembunuhan, entah adik membunuh kakak, ayah membunuh anak, istri, tetangga, anak membunuh orang tua. Atau seperti kasus Angeline, bukan untuk menjaga kehormatan. Tapi yang seperti itu sudah hilang akal (kemasukan setan).

Sumber:

http://news.detik.com/internasional/3255100/kematian-seleb-medsos-dan-pembunuhan-wanita-atas-nama-kehormatan-di-pakistan

http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160614_dunia_pakistan_honour_killing

http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160402_dunia_pakistan_honour_killing

https://en.wikipedia.org/wiki/Honour_killing_in_Pakistan

 


TAGS honor killing


-

Author

Melly Feyadin
melly_feyadin@yahoo.com

Blogger || Bogor || Lampung || #DetikBlogger || Instagram/Twitter >> @melfeyadin www.melfeyadin.web.id

Follow Me

Search

Postingan