Menyerobot Antrian di Dunia Online

12 Oct 2016

Paling sebel kalau kita lagi antri, tiba-tiba ada orang yang menyerobot antrian. Seperti yang saya lakukan tadi, saya mengaku salah, saya minta maaf. Tapi itu diluar kesengajaan, karena saya pikir si mbak yang berdiri di depan saya sedang tidak mengantri. Kejadiannya ketika saya lagi antri di ATM, di Plaza Jambu Dua sore tadi. Di situ ada 5 mesin, 3 mesin untuk tarik tunai, dan 2 mesin untuk setor tunai. Saya berdiri tepat di belakang si embak, di belakang pintu masuk. Tadinya kami bertiga, si embak di belakang mas-mas yang ingin setor tunai. Ketika mas-masnya masuk si mbak maju, di dalam ruang itu semua mesin penuh. Jadi tinggal saya berdua dengan si mbak di luar. Dan ketika salah satu nasabah selesai di mesin ATM tarik tunai (entah transfer atau ngambil uang), si mbak nggak maju, tetap berdiri di samping pintu tadi. Jadi saya memutuskan untuk maju dan ngambil uang di mesin ATM yang kosong, si mbak nggak protes atau berusaha menegur saya, saya pun lupa nanya. Karena si mbaknya nggak bergerak, saya pikir dia mau ke mesin setor tunai. Tapi ketika saya selesai bertransaksi, dan keluar melewati mbak-mbak tadi, dan si mbaknya merengut sambil jutek melihat ke arah saya lalu berjalan ke arah mesin ATM yang habis saya pakai.

Ops :D

Maaf mbak, saya salah kenapa nggak bertanya terlebih dahulu dan menyerobot antrian, tapi mbaknya juga salah, kenapa diam aja membiarkan kesalahan di depan mata. Harusnya saya ditegur, supaya kita sama-sama belajar dan mengingatkan. Karena saya juga sering melakukan itu, menegur orang-orang yang suka menyerobot antrian.

Saya melihatnya sebel, mungkin mbak yang tadi juga sebel melihat saya. Hehe. Maaf ya mbak.. beneran saya khilaf tadi :D

Ok, mudah-mudahan mbaknya memaafkan. Tapi saya baru menyadari satu hal, serobot menyerobot antrian ini ternyata nggak cuma terjadi di dunia nyata, namun di dunia online pun sering kejadian juga. Mungkin bingung, gimana nyerobot antrian di dunia online?

Ok, saya gambarkan sedikit ya, ini berdasarkan pantauan saya di beberapa grup (facebook, wasap, dll). Biasanya, ada seseorang yang sedang melemparkan semacam undangan workshop, event, atau lainnya, pesertanya dibatasi atau khusus member grup itu saja. Yang mau daftar dipersilahkan mencantumkan data diri atau langsung menghubungi si penyelenggara.

Yang lagi online dan tertarik ikutan pastinya langsung mendaftar dan komen, satu, dua, tiga, hingga hitungan ke sekian. Namun, ada satu orang yang tiba-tiba saja mendaftarkan teman-teman ganknya yang sedang tidak online untuk ikutan workshop/event tersebut tanpa konfirmasi terlebih dahulu, apakah bisa hadir atau tidak. Sehingga kuota langsung penuh.

Dan teman-teman yang sedang mengetik untuk berkomentar dan mendaftaran diri jadi tak kebagian lagi kursi, karena pendaftarannya sudah melebihi batas kuota.

Sebel? Udah pasti.

Kita lagi mengetik, tiba-tiba list peserta sudah closed. Padahal belum sampai semenit. Nah, gimana seharusnya menanggapi orang-orang yang menyerobot antrian di dunia online seperti ini? Mendaftarkan teman-temannya yang sedang tidak online. Tapi ketika acara berlangsung justru banyak yang tiba-tiba membatalkan datang karena mendadak ada pekerjaan lain dan sebagainya. Sehingga yang seharusnya bisa datang cuma bisa melongo karena tak kebagian kuota untuk datang, karena serobot antrian tadi.

Sebel, banget, kan? Harus gimana dengan orang-orang seperti ini?


TAGS antri antrian


-

Author

Melly Feyadin
melly_feyadin@yahoo.com

Blogger || Bogor || Lampung || #DetikBlogger || Instagram/Twitter >> @melfeyadin www.melfeyadin.web.id

Follow Me

Search

Postingan