Hiking dan Makan Siang di Kebun Jagung

5 Oct 2015

Piknik di Danau Dora

Ini sih ceritanya sudah lama banget, kejadiannya waktu saya masih SMA, waktu masih jadi anak sok gaul yang kelewat gaul. Masih inget dong, jaman itu, jaman film Ada Apa dengan Cinta yang menghebohkan anak-anak remaja yang beranjak dewasa saat itu. Bukan cuma remaja tapi hampir semua orang yang rindu film Indonesia. Film AAdC sudah membuat anak-anak remaja saat itu punya geng gaul. Hehe.. Yang tadinya mungkin biasa aja, berteman yang nggak terlalu lebay, tiba-tiba sok punya geng yang solid, kompak dan saling mengerti satu sama lain. Padahal… ya itu cuma agar bisa dianggap gaul nggak ketinggalan jaman (trend) dan sebenarnya bisa dibilang juga kalau kami saat itu korban film yang ditonton lewat DVD. Iya, satu hal yang sedikit mustahil untuk nonton film langsung di Bioskop, karena kami anak kampung yang jauh dari ibu kota. Boro-boro nonton film ke Bioskop, nonton televisi aja musti numpang di rumah tetangga..hahaha.

Nah, dari nonton film AAdC, saya dan ke-4 teman saya jaman remaja itu bikin geng ngikutin gengnya Cinta di AAdC. Karena saya dan teman-teman saya nggak satu sekolah, jadi kita sok nge-gengnya ya di kampung aja. Kita bikin rencana-rencana agar pertemanan (persahabatan) kami terlihat sempurna, kesana-kesini bareng dan heboh sendirilah pokoknya (yaa..namanya juga anak remaja, jiwanya masih meletup-letup pengen tau dan melakukan apa saja) dicibirin dan diomongin sama teman-teman yang lain justru semakin menjadi-jadi..hihi. (blushing)

Oh, iya..saya belum mengenalkan teman-teman saya waktu itu ya? Ada Ria sebagai Cinta, Sum sebagai Karmen, Juminten sebagai Alya, Heni sebagai Karmen dan saya sendiri sebagai Milly. Duh, norak bangetlah pokoknya.. Dan mereka-mereka semua itu sekarang sudah pada menikah, ada yang sudah punya anak tiga malah, cuma saya sendiri yang masih single. Hmm..trus kalau loe belum nikah itu salah gue, salah temen-temen gue? #kriiik

Ada satu kegiatan yang membuat saya nggak bisa lupa sampai sekarang mengenang persahabatan kami waktu itu, yaitu Hiking dan Piknik makan siang di Kebun Jagung miliknya Ria. Saya ceritain satu persatu ya.

 

Hiking keliling Desa

Ini adalah moment yang berharga banget buat saya pribadi, karena dari kegiatan Hiking keliling Desa itu, saya jadi lebih mengetahui nama-nama kampung yang ada di Desa tempat saya dilahirkan. Yang tadinya saya nggak pernah melewati jalanan dan kampung yang sering disebut-sebut banyak orang, yang kadang jadi bahan lelucon, yang tadinya kita nggak pernah tau ada banyak kebun-kebun warga yang berdampingan dengan sungai-sungai yang terdapat bebatuan yang inda, tempat-tempat sepi (yang katanya angker), kenalan dengan warga-warga kampung tetangga saat kami numpang istirahat dan meminta minum, mampir di rumah teman semasa SD yang rumahnya jauh terpencil dari rumah warga lainnya. Ah, banyak sekali pokoknya.. kami melakukan Hiking itu hanya sehari dan memilih jalan pintas agar sebelum magrib sudah tiba di rumah. Dari situ saya menjadi sangat mencintai kampung saya (yang saya dedikasikan menjadi nama blog ini ‘margeraye’). Dari perjalanan Hiking itu saya jadi tau kenapa salah satu teman SD saya, Ponirah dan adiknya Sugianti, kadang datang lebih awal bahkan paling telat sampai di sekolah. Rumahnya itu sangat jauh terpencil, jadi dia harus menyesuaikan dengan orang-orang di kampungnya berbarengan pergi ke ladang yang letaknya juga cukup jauh. Mereka harus ada teman di perjalanan, karena jalan yang sepi dan melewati hutan rimbun. Dari perjalanan Hiking itu kitapun jadi tau, ada kebun rahasia milik warga yang menjadi tempat penyimpanan sesuatu barang yang sebenarnya tidah boleh kami ketahui. Hiking yang kami lakukan waktu itu benar-benar menjadi sebuah petualangan yang seru, bukan cuma seru tapi memberikan kami banyak pengetahuan dan menghargai banyak hal juga, bukan cuma untuk kami berlima tapi untuk keempat teman laki-laki yang menemani kami saat itu.

Piknik Makan Siang di Kebun Jagung

Kita itu tinggal di kampung, harusnya yang namanya piknik itu ya cari suasana yang berbeda pergi ke kota misalnya atau ke museum, pantai, taman bunga atau kemana saja, bukan ke kebun Jagung, yang notabene kami ini adalah anak petani yang orang tuanya  bercocok tanam Jagung dan Padi, yang kadang kamipun harus ikut ke kebun untuk membantu menanam, memupuk, memanen dan membersihkan kebun. Bahkan makan siang di kebun Jagung atau Padi bukanlah sesuatu yang langka (kecuali sekarang ini). Tapi kenapa kami yang sok gaul, sok nge-geng, dan sok  iyeitu malah sok-sokan piknik (sengaja) ke Kebun Jagung. 

Kebun Karet ini dulunya adalah kebun Jagung

Sebenarnya bukan sekedar sok-sokan juga sih, kami memilih rencana piknik ke kebun Jagung milik Ria yang tidak jauh dari rumah karena memang ingin sedikit merasakan suasana beda yang kami ciptakan sendiri, agar tidak bosan tinggal di kampung jadi anak petani. Kami memilih piknik disaat Jagung-jagung itu tumbuh dan berbuah muda, yang sedang untuk bakar Jagung, dimusim seperti itu biasanya warga kampung tidak banyak yang pergi ke kebun. Jadi, kami menyiapkan semuanya dari rumah, membawa bekal nasi, radio, buku bacaan, buku diary, baju ganti dan perlengkapan lainnya. Lalu kami menikmati piknik itu di dalam pondok sambil memandang hamparan kebun Jagung yang sedang berbuah, mendengar suara-suara burung bunyi-bunyi buah pohon karet berjatuhan, sambil curhat tentunya. 

Betahun-tahun piknik di kebun Jagung itu berlalu, tapi saya rasanya susah move on dengan suasana itu. Apalagi jika teringat kehangatan yang kami buat masa remaja, konyol sekali rasanya, anak petani tinggal di kampung jauh dari kota dan pikniknya di kebun Jagung..hihi. 

Emak

Dan lebaran kemarin, tiba-tiba ibu saya berinisiatif untuk piknik, sama seperti yang saya lakukan dulu, piknik di kebun. Tapi kali ini bukan di kebun Jagung, melainkan di kebun Karet. Tapi masih di tempat yang sama di kebun milik Ria yang dulunya untuk berkebun Jagung sekarang menjelma menjadi kebun Karet. Ibu mengajak untuk makan siang di rumah kakak angkat kami yang berdekatan dengan kebun Karet itu.

Namun sayang, rencana piknik makan siang di kebun Karet itu gagal, karena ternyata si kakak yang kami tuju sedang tidak ada di rumah..hehe. Tapi saya seneng, karena rencana piknik yang gagal itu membuat saya bernostalgia mengingat jaman masih remaja. Dan karena saya sekarang tinggal di Bogor tepatnya di Cibinong, ada salah satu tempat asik buat piknik saat liburan di Bogor yang bisa saya rekomendasikan, yaitu Danau Dora yang ada di Cibinong. Tempat ini asik banget, pernah saya tuliskan di situs hellobogor.

 

“Lomba Blog Piknik itu Penting”


TAGS piknik


-

Author

Melly Feyadin
melly_feyadin@yahoo.com

Blogger || Bogor || Lampung || #DetikBlogger || Instagram/Twitter >> @melfeyadin www.melfeyadin.web.id

Follow Me

Search

Postingan