Ternyata Saya Hanya Butuh Kopi

25 May 2015

kopi
Foto dari sini :upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b3/Kopi_Tubruk_Jakarta.jpg

Saya memang menyukai yang namanya kopi, saya suka wangi harum kopi, saya selalu terliur melihat bubuk kopi hitam yang baru diseduh dengan uap panasnya yang mengepul. Yang membuat siapa saja membayangkan, betapa nikmatnya jika bibir ini menghirup sedikit demi sedikit cairan hitam yang memabukkan itu.

Memabukkan?

Apakah kamu kecanduan kopi, Mel?

Ada pertanyaan seperti itu ketika saya membuat sebuah twit tentang, betapa kepala saya pusing, berat, pening dan rasanya pengen tidur seharian penuh. Badan terasa panas dingin. Seperti orang meriang saja. Iya, memang beberapa hari ini badan saya kurang fit, mungkin karena pengaruh cuaca yang sebelum ini hampir tiap hari hujan lalu tiba-tiba berganti panas, orang menyebutnya musim pancaroba. Yang lain mungkin flu, batuk dan demam. Tapi saya cukup panas dingin saja. Biasanya kalau sudah diminumkan jamu tolak angin dan cukup tidur, keadaan menjadi lebih baik.

Tapi ini, sudah hampir seminggu lebih mata ingin selalu terpejam karena badan yang kurang sehat. Istirahat sudah, minum obat sudah, mengurangi beban pikiran juga sudah (halah). Tapi kepala masih saja terasa berat, pengen tiduran, selimutan sambil nonton film drama romantic yang ringan.

Hari ini saya memikirkan kopi. Kopi yang diyakini bisa menghilangkan rasa jenuh dan menumbuhkan semangat baru, karena zat kafeinnya itu. Saya memikirkan, apakah saya perlu kopi untuk menghilangkan pusing ini? Dan jawabannya memang sederhana. Sesederhana kita menyeduh kopi. Ternyata saya hanya butuh kopi.

Setelah satu tegukan, dua tegukan dan setengah cangkir habis terhirup, secara ajaib pusing-pusing yang saya alami dan sempat bingung apa obatnya itu, akhirnya mereda.

Kenapa nggak dari kemarin-kemarin aja ya saya minum kopi? semingguan lebih harus menderita, obatnya cuma kopi..huh!

Tapi, kalau ngomongin kopi, saya ngopi itu paling cuma beli kopi sachet di warung, ada sih persediaan Kopi Lampung dirumah. Tapi kalau dirumah saya jarang ngopi, paling minggu sambil nyetrika pakaian, atau kalau saya lagi suntuk nggak tau mau ngapain.

Oh, ya menurut Pak Dubes AS, kopi dari negara kita merupakan salah satu kopi terbaik di dunia, lhoo..keren ya. Tapi kenapa kita cuma dapat ampasnya doank? :D

Ah, sudahlah, yang penting sakit kepala saya hilang berkat kopi.

25 Mei 2015


TAGS kopi


-

Author

Melly Feyadin
melly_feyadin@yahoo.com

Blogger || Bogor || Lampung || #DetikBlogger || Instagram/Twitter >> @melfeyadin www.melfeyadin.web.id

Follow Me

Search

Postingan