Haii…
Dwian, apa kabar? dimana kamu? sepanjang jalan kehidupanku ingin sekali aku menemukan wajahmu, yang tanpa senyum itu untukku. Terakhir kita ketemu, aku masih ingat, saat itu kita kelas 2, kita duduk di depan taman kecil yang di tata indah oleh Pak Slamet dengan kumis tebalnya. Duduk berdua, itupun tak sengaja, karna kita nggak ada yang tau, tapi kamu tau nggak?, hatiku berdebar2 saat itu. Sewaktu temanmu bilang,
” kalian janjian yah..??”
Hah..??!!, kita meloncat kaget! kamu gugup, aku salah tingkah, sampai2 botol minyak kayu putih yang kupegang jatuh. Kamu membantuku memungutnya,
“makasih Dwi..”. aku langsung lari menaiki tangga menuju kelasku.
Dua hari setelah itu Dwian, aku nggak ketemu kamu lagi, setiap kulewati kelasmu, hanya namamu yang ada di papan absen kelas, hingga kusadari sampai satu bulan namamu tetap disana tak seorangpun menghapusnya, hatiku sakit Dwian. Kutanyakan dengan sahabatku yang sekelas dengan kamu,
” Dwian gak ada kabar Mell, temennya bilang katanya sih sakit..”
Dwian aku mencarimu, aku menunggumu untuk mengatakan semua, bahwa jangan pedulikan mereka, karena kita belum cukup dewasa untuk merasakan semuanya.
Dwian, ah.. aku harus mengakuinya sekarang, aku
“mungkin aku telah jatuh cinta..” dengan sedikit keangkuhan dan cueknya kamu. Aku lupa Dwian, karena itu memang sudah lama sekali, setiap pagi setibanya di sekolah, aku selalu menunggumu, menyapamu dan tersenyum malu saat kamu kayuh sepeda untuk melewati pagar sekolah kita. Bukan hanya aku, teman2 yang lain juga sembari menikmati kebun sekolah kita, tapi tujuanku beda.
Hmm..sewaktu kita masih dikelas satu, aku berjanji dalam hatiku Dwian
“kelas 3 nanti, setelah perpisahan kelas aku ingin sekali photo bareng kamu, dan memaksamu tersenyum untuku :)” karena aku nggak punya keberanian melakukannya saat itu.
Kalau inget keinginanku waktu itu, aku malu banget! Karena seandainya masa itu adalah masa sekarang, dimana kita lebih gampang memotret diri kita, ahh seandainya Dwian aku tak perlu menunggu sampai kita lulus sekolah.
Dwian, begitu gampangnya orang2 mengenaliku saat gosip itu beredar, karena kita tau, hanya ada satu nama Melly di sekolah angkatan kita saat itu.
“Dwi dan Melly berpacaran…” tapi namamu? disetiap kelas namamu ada dengan nama belakang yang berbeda. Bagaimana bisa? aku tak mengenal nama2 Dwi yang lain, selain kamu.
Aku tak pernah bercerita tentang rasaku ke kamu, aku tak pernah mengganggap aku telah jatuh cinta kepadamu,
“omong kosong..” pikirku..
Dari mana mereka membuat gosip itu Dwian?? aku bingung begitu banyak yang tau. Karena aku tak merasa kita berdua sedang berpacaran. (Bodohnya aku saat itu)
Ternyata kamu cukup berani untuk memulainya Dwian, dengan gosip itu!
Dwian, dimana kamu? 2 hari, satu minggu, 3 bulan, hingga kenaikan ke kelas 3, kamu nggak ada kabar sama sekali, saat itu aku kesal Dwian, aku kesal!
Kenapa kamu membuat gosip setelah itu hilang nggak ada kabar? Aku berusaha mencari tau kenapa kamu menghilang, aku kenal beberapa teman2mu yang baik padaku, kamu ingat dengan Susanti? dia mengaku sahabatmu dari kecil, aku temui dia dikelasnya, dia menceritakan semuanya kepadaku, Dwian aku menyesalinya, aku terharu mendengarnya. Tapi dimana kamu sekarang?
Dwian, namamu begitu tersugesti kuat dalam kehidupanku. Yang selalu mengingatkan aku akan kamu, merasakan hadirmu disisiku, memupukku untuk terus mencari jalan diantara dua pilihan yang kau tawarkan untukku.
Dwian, seandainya, sekali lagi seandainya aku masih bisa menemukanmu? aku masih ingin bercerita tentang semuanya.
Aku merindukanmu Dwian

____________________________________________________________
Surat ini, aku persembahkan untuk seseorang yang bernama Dwi Antoro. Teman satu sekolahku di SLTPN 3 (2) Natar. Tahun 1998-2001. Saat itu dia pindah sekolah, itu yang kudengar setelah kelulusan SMP. Seandainya Dwian nggak sengaja baca surat ini…^_^
Surat ini juga ku ikut sertakan untuk berbagi kerinduan dengan teman2 remajaku. Biarpun isinya bukan surat cinta, tapi pengen ikut berpartisipasi ajah..hehe.
Dengan Cinta Indahkan Dunia
Posted in Cerita Biasa | Tagged berbagi cinta, Surat Cinta, valentine | 7 Comments »



